Menentukan Bisnis Waralaba Dengan Modal Kecil

Jumat, 09 Maret 2012




Usaha Waralaba Modal Kecil – Ditengah susah mencari pekejaan bisnis atau usaha waralaba dgn modal kecil atau menengah menjadi salah satu solusi alternatif, disamping usaha waralaba dgn modal kecil ataupun menengah mampun menyedot lapangan pekerjaan, bisnis waralaba  pun terbilang tahan banting dari gejolak ekonomi makro.

Disisi lain pengembangan usaha dgn sistem waralaba dgn modal kecil ataupun menengah  bertujuan tuk mendorong berkembangnya spesialisasi dan modernisasi usaha tradisional, sehingga dapat menumbuhkan kreatifitas dalam mengembangkan inovasi berusaha yg pada gilirannya akan meningkatkan efisiensi usaha, distribusi, dan nilai tambah aktifitas produksi nasional.

Ditambah lagi kini mulai banyak pengusaha yg mulai menjadikan bisnisnya sebagai usaha waralaba dgn modal kecil dan menengah dan tentunya dgn variasi bisnis dan aturan yg berbeda-berbeda.

Tuk anda yg masih awam dalam bisnis ini, berikut ini beberapa tips sederhana yg sebaiknya anda teliti sebelum mengambil usaha waralaba dgn modal kecil maupun menengah lainnya:

Telah Berapa lama usaha waralaba modal kecil atau besar itu berjalan

Tentang Kesehatan keuangan dan track record yg baik. Tuk mandapatkan informasi ini anda bisa mencarinya di majalah-majalah yg khusus membahas masalah tentang ukm dan bisnis waralaba, ataupun mendapatkan info melalu rekanan bisnis waralabanya

Pelajari dan pahami Kontrak dgn teliti

Berapa banyak jumlah franchise yg telah berjalan atau juga berapa banyak jumlah cabang yg beroperasi.

Apakah Diwajibkan tuk membeli bahan baku dari franchisor. Tuk beberapa jenis produk tertentu, adakalanya pewaralaba mengharuskan bahan baku dibeli dari pihak mereka, tergantung dari jenis produknya, hal ini bisa jadi menguntungkan atau malah merugikan.

Pelbagai promosi yg dilakukan oleh pihak franchisor, apakah memadai dan apakah metode komunikasinya dirasakan telah sesuai dgn target pasar.

Perkiraan profit / keuntungan dan bahkan estimasi kerugian yg diproyeksikan dgn realistis.

Batasan-batasan yg diberlakukan oleh pewaralaba tuk kegiatan operasi dan keuangan.

Adanya target penjualan ataupun omzet yg diterapkan pada terwaralaba.

Batasan-batasan tuk melakukan penyesuaian ataupun modifikasi terhadap system yg berlaku ataupun modifikasi terhadap jenis layanan dan produk.

Peraturan akan pelatihan yg akan diberlakukan, periode dan frekuensinya, agar terwaralaba dapat memahami secara baik dan benar.

Seberapa besar dukungan yg dapat diberikan oleh franchisor dalam men-support kegiatan operasional rutin dari usaha franchise tersebut.



Info Terkait:





Share this article on :

0 komentar:

Poskan Komentar

 
© Copyright 2010-2011 Artikel Baru All Rights Reserved.
Template Re-Design by Jenggot | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.